1.Rangkaian Penguat Mic
Skema Pre-Amp Mic Condenser 1 Transistor by Ronica
Skema penguat mic condenser buatan Ronica di bawah ini sudah tidak asing lagi. Dulu pas tahun 90-2000an, rangkaian pre amp mic condenser ini sering sekali dipakai sebagai penguat mic untuk ngebrik maupun intercom.
Skema pre amp mic condenser ini sangatlah sederhana, dimana kita bisa merakitnya tanpa menggunakan papan PCB sekalipun. Komponen aktif pada rangkaian ini hanya menggunakan 1 buah transistor NPN yang murah dan banyak di pasaran, yaitu C828. Kita juga bisa menggantinya dengan transistor jenis lain yang sejenis, misalnya C829, C945, C9014 dsb.
Mic yang dipakai untuk rangkaian ini berupa mic condenser yang harganya murah, sangat peka dan suaranya cukup jernih. Untuk hasil suara vokal yang maksimal, bagian output dari pre amp mic ini bisa dihubungkan ke rangkaian lain seperti rangkaian echo ataupun tone control untuk bisa diatur bass dan treble-nya. Pre amp mic ini bisa bekerja dengan tegangan DC mulai dari 6 volt sampai 24 volt, dan sangat pas dicatu pada tegangan 12 volt.
R1=10K
R2=220K
R3=5K6
R4=560
Vr=10K
C1=100nf
C2=47uf/25V
C3=4,7uf/25v
Tr=c945/828/9014
2.Rangkaian Penguat Depan (Pre-amp) Microphone Dynamic
Daftar komponen:
R1 = Resistor 390kΩ
R2 = Resistor 100kΩ
R3 = Resistor 3k9Ω
R4 = Resistor 27kΩ
R5, R6, R7 = Resistor 10kΩ
R8 = Resistor 220kΩ
Q1 = Tansistor 9014
IC1 = IC op-amp 741
C1 = Kapasitor 33nF
C2 = Kapasitor 470nF
C3 = Kapasitor 680pF
C4 = Elco 10µF/16V
C5 = Elco 47µF/16V
C6 = Kapasitor 8n2F
C7 = Kapasitor 390pF
C8 = Kapasitor 560nF
Rangkaian pre-amp mic di atas terdiri dari dua buah penguat, pertama penguat voltage divider bias transistor dan kedua penguat inverting op-amp, sehingga akan menghasilkan sinyal output yang besar dan tingkat sensitivitas mic yang sangat tinggi.
3. Rangkaian Penguat Mic Tipe A
Pre-Amp (Pre-Amplifier) adalah sebuah alat/perangkat yang biasanya terdapat pada bagian paling awal dalam pengolahan sinyal audio. Pre-Amp bertugas mengambil sinyal audio yang sangat lemah dari input audio elektronik seperti head magnetik, mic dynamic, mic condenser, dan lain-lain untuk dikuatkan level sinyalnya agar cukup untuk diberikan pada pengolahan tahap selanjutnya yaitu tone control.
Meskipun secara harfiah diartikan dengan memperbesar dan menguatkan sinyal input. Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah, sinyal input di-replika (copied) dan kemudian di reka kembali (re-produced) menjadi sinyal yang lebih besar dan lebih kuat. Dari sinilah muncul istilah fidelitas (fidelity) yang berarti seberapa mirip bentuk sinyal keluaran hasil replika terhadap sinyal masukan. Ada kalanya sinyal input dalam prosesnya kemudian terdistorsi karena berbagai sebab, sehingga bentuk sinyal keluarannya menjadi cacat. Sistem penguat dikatakan memiliki fidelitas yang tinggi (high fidelity), jika sistem tersebut mampu menghasilkan sinyal keluaran yang bentuknya persis sama dengan sinyal input. Hanya level tegangan atau amplitudo saja yang telah diperbesar dan dikuatkan. Dengan alasan ini, maka Pre-Amp yang bagus adalah yang bekerja pada penguat Kelas A. Hal ini dikarenakan karakteristik penguat kelas A memang memiliki fidelitas yang tinggi.
Berikut ini adalah salah satu contoh Pre-Amp yang bekerja pada penguat Kelas A:
Setiap pre-amp yang dibuat selalu disesuaikan dengan keperluan masukan (input) dan keperluan keluarannya (output), karena itu setiap pre-amp mempunyai karakteristik tertentu yang mencakup impedansi masukan (Z in, dinyatakan dalam Ohm), impedansi keluaran (Z out, dinyatakan dalam Ohm), faktor penguatan, cacat keluaran (distortion) dan lain-lain. Biasanya sebuah pre-amp disetting mempunyai impedansi masukan yang tinggi dan impedansi keluaran yang rendah. Semakin tinggi impedansi masukannya, semakin peka inputnya. Semakin rendah impedansi keluarannya, semakin fleksibel ia terhadap impedansi input tahap selanjutnya. Disini menggunakan Mic Condenser dengan impedansi 1 K Ohm. Jadi Mic ini sangat sensitif terhadap suara manusia.
4.pre amp mic sederhana
Rangkaian preamp mic 1 transistor ini cukup bagus dipakai untuk mic dinamic maupun mic kondensor, untuk transistor Q1 bisa dipakai transistor jenis TUN misalnya : C829, FCS9013, BC107, BC108, C828 dan sebagainya. Untuk pemakaian dengan mic condensor maka pada input harus diberi tegangan untuk mengaktifkan mic condensor sedangkan untuk mic dynamic bisa langsung dihubungkan ke input.
jack kecil
Komentar
Posting Komentar