Kumpulan power supply
Skema Rangkaian Power Supply Regulator 12V 1A CT dan Simetris Sederhana
Power Supply
adalah rangkaian yang berfungsi menyuplai arus yang dibutuhkan oleh perangkat
elektronik.
Arus listrik bisa berasal dari Baterai, pembangkit daya portable maupun dari Jala-jala PLN. Biasanya Power Supply memberikan output tegangan DC yang konstan.
Power supply sering disebut oleh teknisi elektronik sebagai Adaptor.
Dalam bahasa Indonesia Power Supply disebut sebagai Catu daya.
Pada dasarnya Catu daya terdiri
dari 2 tipe yaitu Konvensional dan Switching. Catu daya konvensional
menkonversi tegangan input melalui rangkaian Step down Transformator sehingga
menghasilkan level tegangan yang lebih rendah.
Sementara Catu daya Switching menggunakan kombinasi IC digital sebagai pemutus-sambung (switching) dalam range frekuensi tinggi.
Salah satu Power Supply yang
paling sering digunakan adalah yang mempunyai tegangan Output 12 Volt DC.
Tegangan 12V banyak dipakai karena sangat Ideal untuk menjalankan piranti elektronis seperti LED, Motor DC dan Relay.
Selain itu tegangan 12V juga bisa dikonversi ke tegangan yang lebih kecil yaitu 9V dan 5V menggunakan Voltage Converter.
IC yang dipakai pada rangkaian ini adalah Regulator 7812. Angka 12 menandakan bahwa IC ini memiliki Output 12 Volt stabil. Stabil artinya walaupun tegangan inputnya berubah-ubah namun outputnya tetap stabil tak berubah 12V, selama tegangan input lebih besar dari 12V (Biasanya 14-20V).
Skema Rangkaian
Dibawah ini adalah tiga jenis skema rangkaian power supply
regulator dengan output stabil 12V dan arus maksimal 1 A sederhana:
Cara kerja rangkaian
1.
Tegangan AC 220V akan
diturunkan menggunakan Transformator menjadi sekitar 15V AC. Output yang
dihasilkan masih AC sinusoidal.
2.
Tegangan 15V AC sinusoidal
kemudian disearahkan kembali menggunakan dioda dengan prinsip Penyearah
Jembatan. Hasil output adalah gelombang DC dengan Riak (Ripple) yang besar.
3.
Gelombang ripple ini akan
dihaluskan oleh Kapasitor Elco 2200uF dan 100nF sehingga outputnya adalah
Tegangan DC murni namun tidak stabil.
4.
Tegangan DC ini lalu di
stabilkan oleh IC 7812 yang diparallel dengan sebuah kapasitor 100uF
untukmenghindari lonjakan tegangan yang berasal dari output yang disambungkan.
5.
Dioda pada kaki 2 IC berfungsi
untuk menambah tegangan output sebesar 0,6V. Dioda ini bersifat opsional, bisa
dipakai bisa dilepas.






Komentar
Posting Komentar